Hari penentuan kualifikasi di WTT Star Contender Muscat 2025 memberikan tepat apa yang diharapkan para penggemar tenis meja: kejutan, perubahan momentum, dan drama bertekanan tinggi sejak pukulan pertama. Pada hari Selasa di Sultan Qaboos Sports Complex, para pemain bertarung untuk memperebutkan tempat di main draw, dengan beberapa nama tak terduga berhasil mengamankan tiket mereka ke babak berikutnya.
Di Tunggal Putra, sorotan utama jatuh kepada Vincent Picard, yang mengejutkan banyak pengamat dengan menyingkirkan unggulan teratas kualifikasi, Lim Jonghoon, dalam duel lima gim yang menegangkan. Setelah Lim memulai pertandingan dengan kuat, Picard bangkit dan mengambil alih laga yang penuh skor ketat dan perubahan momentum, sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 3–2 (8–11, 21–19, 12–10, 8–11, 13–11).
Picard sudah membangun kepercayaan diri sejak awal turnamen, setelah menerima bye di Babak Kualifikasi 1 dan kemudian mengalahkan Ali Alkhadrawi 3–0 pada Senin malam. Momentum itu terbawa ke pertarungannya melawan pemain favorit asal Korea, di mana ia menunjukkan ketenangan dan ketangguhan di bawah tekanan. Hadiahnya adalah satu tempat di main draw Muscat, di mana ia akan menghadapi rekan senegaranya, Flavien Coton, di Babak 64 Besar — sebuah duel sesama pemain Prancis yang menjanjikan tontonan menarik.
Prancis meraih kesuksesan lebih lanjut di babak kualifikasi ketika Joe Seyfried juga tampil mengesankan. Dalam pertandingan lima gim lainnya yang menegangkan, Seyfried menaklukkan Pang Koen 3–2 (4–11, 11–4, 11–9, 2–11, 11–7), memastikan penampilan pertamanya di main draw ajang WTT Star Contender. Tantangan berikutnya baginya adalah menghadapi pemain Prancis lainnya, Leo De Nodrest, yang semakin memperkuat kehadiran Prancis di babak awal main draw.
On the Women’s Singles side, second qualifying seed Ser Lin Qian safely booked her main draw ticket with a confident performance. The 19-year-old proved too strong for Karina Shiray, winning 3–0 (11–9, 11–4, 11–2) and showing the kind of control and consistency that make her a genuine threat in the next stage. Ser will now prepare for a main draw encounter against Swedish player Filippa Bergand, a test that will reveal how far her current level can take her in Muscat.
Kebahagiaan juga datang bagi Kim Minhyeok, yang mengamankan tempatnya di laga hari Rabu setelah kemenangan keras atas unggulan kelima kualifikasi, Snehit Suravajjula. Bintang Korea tersebut menang 3–2 (11–4, 5–11, 11–7, 5–11, 11–8), menunjukkan ketenangan dalam pertandingan yang berlangsung naik turun sebelum ditentukan di gim terakhir.
Di Tunggal Putri, unggulan kedua kualifikasi Ser Lin Qian memastikan tiket main draw dengan performa penuh percaya diri. Pemain berusia 19 tahun itu terbukti terlalu kuat bagi Karina Shiray, menang 3–0 (11–9, 11–4, 11–2), dan menunjukkan kontrol serta konsistensi yang menjadikannya ancaman serius di babak selanjutnya. Ser kini bersiap menghadapi pemain Swedia, Filippa Bergand, sebuah ujian yang akan menunjukkan sejauh mana level permainannya dapat membawanya di Muscat.
Unggulan teratas kualifikasi, Lee Zion, langsung lolos ke main draw melalui bye, sehingga sorotan kemudian beralih kepada Tatiana Kukulkova, yang harus bekerja sangat keras untuk mengamankan tempatnya. Duelnya melawan Mariia Tailakova menjadi salah satu pertandingan paling ketat di babak kualifikasi. Meskipun perbedaan peringkat mereka hampir mencapai 150 posisi, Tailakova memberi tekanan maksimal kepada sang unggulan. Namun pada akhirnya, Kukulkova berhasil lolos dengan kemenangan 3–2 (5–11, 11–6, 6–11, 11–8, 11–9). Pertandingan ini menjadi pengingat bahwa selisih peringkat bisa menyempit dengan cepat ketika taruhannya tinggi dan tiket main draw diperebutkan.
Dengan babak kualifikasi kini selesai, fokus di WTT Star Contender Muscat 2025 sepenuhnya beralih ke main draw. Para bintang besar, talenta muda yang sedang naik daun, serta para qualifier kejutan akan berbagi panggung saat perebutan gelar resmi dimulai. Bagi pemain seperti Picard, Seyfried, Ser Lin Qian, dan lainnya yang berhasil melewati program kualifikasi yang penuh tekanan, tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum mereka di pertandingan hari Rabu dan seterusnya.
Seiring musim 2025 terus bergerak menuju berbagai ajang besar ITTF dan WTT, performa para pemain di Muscat akan memainkan peran penting dalam membentuk kepercayaan diri, peringkat, dan alur cerita kompetisi jelang rangkaian turnamen berikutnya di kalender.


